24 Mei 2019

Posted by in Artikel Wallpaper | 0 Comments

Memasang Wallpaper Sendiri (Bagian 1)

Memasang Wallpaper Sendiri (Bagian 1)

Apakah memasang wallpaper mudah? Jika ada kemauan, jalan akan terbuka lebar. Memasang wallpaper sendiri tidak terlalu sulit seperti yang kita bayangkan.

Hanya diperlukan 7 langkah mudah seperti di bawah ini, plus sedikit kebahagian dan kasih sayang. Lho kok kebahagian? Iya jelas dong, kalau hati bahagia, kegiatan tempel-menempel akan lebih berseni dan rapi.

Yuk, kita simak langsung, 7 langkah mudah memasang wallpaper sendiri.

MATERIAL YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMASANG WALLPAPER

Apa saja peralatan yang harus disiapkan untuk memasang wallpaper di dinding? Ini dia daftarnya:

1. Permukaan Dinding

Jelas dong harus ada dinding yang mau ditempelin wallpaper. Lha, kalau ngga ada dinding mau pasang di mana? Masa di jidat. Itu sih namanya jidatpaper bukan wallpaper jadinya.


2. Bahan Wallpaper

Ini juga merupakan kewajiban. Kalau tidak ada wallpaper apa yang mau di tempel? Bisa sih sticker-sticker dinding, lucu juga. Bisa juga cat buat menutup dinding, hehe, tapi itu namanya mengecat.Wallpaper juga ada beberapa jenis, ada yang waterbase ada yang oil base. Motifnya pun bermacam-macam, termasuk ukuran. Ukuran yang standar biasanya 0,53 m x 10 m. Berdasarkan pengalaman sekarang, ukuran 1 roll wallpaper bisa dipakai untuk ukuran dinding kira-kira 1,5 m x 3,2 m (kebetulan dinding di rumah sedikit lebih tinggi).

Untuk perhitungan kebutuhan wallpaper mudah saja, misalnya kita ambil contoh ruangan seluas 3m x 3m dengan tinggi dinding 3m. Dan wallpaper yang digunakan berukuran 0,53m x 10m.

Luas dinding = (2 x (panjang dinding + lebar dinding)) x tinggi ruang
= ((3 m + 3 m) x 2) x 3 m
= (6 m x 2) x 3 m
= 12 m x 3 m
= 36 m2


Luas wallpaper 1 gulung (rol)
= panjang wallpaper x lebar wallpaper
= 0,53 m x 10 m
= 5,3 m2

Bahan yang dibutuhkan
= Luas bidang dinding / luas bidang 1 gulung (rol)
= 36 m2 / 5,3 m2
= 6,79 gulung (rol), dibulatkan menjadi 7 rol


Itu perhitungan untuk sekeliling ruangan ya, untuk satu sisi dinding saja perhitungannya berbeda. Saya sendiri menggunakan rumus:
+ Luas dinding satu sisi = (panjang x tinggi) – (luas jendela/pintu)
+ Untuk keseluruhan dinding satu ruangan = (panjang keliling ruangan * tinggi ruangan) – (luas jendela / pintu)

Untuk mengetahui kebutuhan wallpapernya sendiri sama, yaitu membagi keseluruhan luas dinding dengan luas lembaran wallpaper. Hati-hati dengan wallpaper bermotif yang perlu diserasikan motifnya.  Untuk wallpaper menggunakan motif anda perlu mencadangkan 10% bahan agar motif bisa “pas” waktu di tempelkan.


3. Lem khusus Wallpaper

Lem berfungsi untuk merekatkan wallpaper ke permukaan dinding. Lem wallpaper yang saya gunakan berbentuk serbuk yang jika akan dipakai tinggal dilarutkan dalam air hangat-hangat kuku. Diaduk sampai membentuk bubur lem yang siap digunakan. Oya, tidak semua jenis lem wallpaper harus dilarutkan di air hangat.

4. Penggaris & Cutter

Hayooo, ada yang tahu fungsi benda yang satu ini? Duh, namanya penggaris buat membuat garis lah. Eits, belum tentu! Selain sebagai penggaris, bisa dipakai buat membuat adukan lem wallpaper (kalau darurat).
Cutter untuk memotong wallpaper atau bisa juga digunakan untuk merapikan ujung wallpaper yang sudah terpasang. Biasanya untuk wallpaper yang bermotif, untuk mempertemukan motifnya, suka ada bagian kecil yang harus terbuang.

Yang pasti penggaris untuk menggaris dan membantu saat memotong menggunakan cutter, biar potongannya lurus, ngga berantakan. Tapi ya kalau darurat bisa multifungsi.

5. Meteran

Meteran berfungsi untuk mengukur panjang dan lebar wallpaper yang diperlukan untuk menutupi permukaan dinding.

6. Kape 

Kape ini digunakan untuk meratakan wallpaper yang sudah terpasang dengan cara menekan dan menariknya di atas permukaan wallpaper, sehingga lem yang terletak dibawahnya rapi dan merekat sempurna.Saya menyebutnya kape, tetapi kalau ditulisan produknya sendiri sebenarnya namanya putty knife.


Ini terbuat dari bahan plastik atau polimer, ujung sedikit tumpul tidak tajam, sehingga tidak akan merusak wallpaper saat digunakan untuk meratakan gelembung. Tapi bisa juga untuk meratakan pakai lap.

7. Lap

Ini juga digunakan berpasangan dengan kape. Untuk merapikan jika ada gelembung-gelembung udara yang terperangkap di balik permukaan wallpaper.

8. Roller  dan Kuas

Bukan roller coaster atau roller blade lho yak. Tapi roller yang digunakan untuk mengecat dinding. Belilah roller yang besar 1 dan yang kecil 1. Fungsi roller ini untuk menyapukan lem pada permukaan dinding dan permukaan wallpaper.

Saya juga membeli kuas kecil yang nantinya akan digunakan untuk memberikan lapisan lem pada pinggiran wallpaper. Terkadang saat dipasang, bagian pinggiran wallpaper belum merekat sempurna dan lem agak kering, sehingga perlu ditambahkan lem lagi

9. Bak Cat

Bak cat ini digunakan untuk membuat adonan lem. Sebetulnya bisa saja di ember bekas. Tetapi, antisipasi lem mengering, lem dibikin sedikit demi sedikit. Juga dengan menggunakan bak cak, pengadukan lem lebih sempurna kelihatannya

10. Tangga

Benda yang satu ini digunakan untuk memanjat. Saat memasang wallpaper dibagian yang tinggi, tentunya kita memerlukan tangga untuk mempermudah pekerjaan kita memasang wallpaper.

11. Air hangat & dingin

Buat minum kalau haus? Oh, bukan! Air yang ini digunakan untuk membuat adonan lem. Bubuk lem dimasukan sedikit demi sedikit pada air hangat, diaduk dengan cepat. Ditambahkan air dingin jika terlalu kental. Tapi beda jenis lem juga beda perlakuannya. Ada lem yang tidak perlu ditambah air hangat. Jadi baca petunjuk yang tertera pada kemasan lem sebelum melarutkan serbuk lem.


Berlanjut ke Langkah-Langkah Memasang Wallpaper

sumber : http://www.nichealeia.com/2015/12/7-langkah-mudah-memasang-wallpaper-sendiri.html 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *